Jumat, 15 Juli 2011

Stanford University

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar dan suaminya yang berpakaian sederhana dan terlihat usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University dan meminta janji temu. Sang sekretaris langsung mendapat kesan bahwa orang kampung, udik seperti ini tidak ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.

"Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard", kata sang Pria lembut.

"Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris cepat.

"Kami akan menunggu," jawab sang Wanita.

Selama empat jam Sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi ternyata tidak, dan sang sekretaris mulai frustrasi dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang Pimpinan.

"Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard.

Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka, tetapi dia tidak menyukai ada orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya. Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.

Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini."

Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh... dia bahkan terkejut.

"Nyonya," katanya dengan kasar, "Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini akan seperti kuburan."

"Oh, bukan," Sang wanita menjelaskan dengan cepat, "Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard."

Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, "Sebuah gedung! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard."

Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?"

Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.

Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, dimana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.





sumber
Read More..

Kamis, 14 Juli 2011

dokter nyentrik

Di deket kosanku, ada seorang dokter yang pasiennya banyaknya minta ampun. Pokoknya tiap pagi yang ngantri disana banyaaak banget, dan beliau buka klinik untuk hampir semua keluhan. Tua-muda, lelaki perempuan, kalo sakit banyak yang berobat kesana. Sumpah, ini sama sekali nggak ada unsur iklan apalagi promosi, lha wong saya belum pernah berobat kesana, moga-moga nggak usah aja ksana (baca: sehat selalu). Bayangin aja, dari anak kecil yang pilek, orang sakit perut, terus abis kecelakaan, sampe kitanan pun juga ditangani.

Soal kemanjurannya, beeuhhh,nggak usah ditanya. Mayoritas pasien yang kesana pada cepet sembuh,dan kemanjuran dokter itu sudah tersiar kemana-mana. Makanya pasiennya bejibun banyaknya. Tiap periksa satu pasien, ajeeb banget, cuman 5 menitan. Jadi pas pintu periksa dibuka, langsung masuk 10 - 15an pasien langsung masuk bareeeeng semua. Kerahasiaan pasien jadi kurang terjaga yah.. >_< Terus pas masuk dokter nya bilang, siapa yang paling muda? Dan pasien pertama yang dilayani adalah yang baby-baby kecil-kecil itu, lalu berurutan ke yang usia lebih besar. Semuanya bisa tertib dan berjalan lancar.
Selanjutnya soal ongkos berobatnya. Untuk periksa sakit cuman 15ribu!!! itu nggak peduli sakit apapun yang diperiksa, bayangkan, ada dokter dari jaman dulu kala sampai jaman sekarang, di Areal Jakarta Pusat, lebih tepatnya kemayoran, tidak menaikkan tarif berobatnya, dan hanya limabelasriburupiah!! Luar biasa, makanya pasien yang ngefans tu banyaaakkkk banget. Terus untu biaya operasi bedah, cuman 25 ribu, baik itu kitan, buka jaitan, or jait luka dll. Tapi tenang aja, dengan biaya yang begitu murah itu, bukan berarti pelayanannya kurang memuaskan ya. Kecuali soal pasien masuk berbanyak-banyak barengan ke ruang pemeriksaan itu, resep yang ditulis tu bener-bener cespleng. Beliau juga tidak pelit menuliskan obat generik untuk resepnya. Pokoknya paket sehat murah meriah lah..

Oh iya ada satu cerita, kemarin kan si Nayla, babita yang sangat kusayang alergi telur. Jadi sore dikasih makan telur, malamnya dia panas dan seluruh tubuhnya merah-merah. Ya diriku sebagai emak angkat jelas panik lah ngeliat anakku sayang semalaman ga bubu n cuman merintih2 sakit ga nyaman gitu. Pas pagi kugendong ke rumah dokter, tapi ternyata ngantrinya panjaaaaang banget, soalnya banyak yang kitanan. Dan biasanya dokter ini melakukan operasi bedah-bedah dulu sebelum pasien lainnya. Tapi amazing deh,masak baru nyampe depan rumah dokternya, si Nayla panasnya udah turun, trus merah-merah di tubuhnya udah berkurang, dan dia malah bubu pules dipelukanku.. Mungkin saking bener-bener mujarabnya tuh dokter ya, mpe masih baru nyampe depan rumah aja, sakitnya udah mendingan. :p


Read More..

Senin, 11 Juli 2011

Kutemukan belahan jiwaku

Rahasia jodoh, rejeki dan kematian adalah mutlak milik Allah Swt, tidak ada satu makhluk pun yang dapat mengetahuinya kecuali sang Pemilik diri kita. Hal tersebut telah terpatri erat dalam pikiranku sejak lewat dua tahun lalu. Mendorongku untuk terus berikhtiar dan selalu berkhusnudzon kepada Allah Azza wa Jalla tentang kapan saatnya tiba menemukan belahan jiwaku.

Dalam proses pencarian diusiaku yang ketiga-puluh-tiga, beberapa teman dekat mulai dijajaki, ta'aruf pun dilakukan. Dalam proses ta'aruf, salah seorang sempat melontarkan ide tentang pernikahan dan rencana khitbah. Namun herannya, hati ini kok emoh dan tetap tidak tergerak untuk memberikan jawaban pasti. Hey, what's going on with me? Bukankah aku sedang dikejar usia yang terus merambat menua? Bukankah aku sedang dalam proses pencarian belahan jiwa? Bahkan seorang sahabat sempat berkomentar miring tentang keengganan aku memberikan respon kepada salah satu dari mereka. Si sahabat mengatakan bahwa aku adalah type 'pemilih' yang lebih suka jodoh yang tampan, kaya raya dan baik hati, dan lainnya yang serba super dan wah. Tapi, aku gelengkan kepalaku ke arahnya karena kriteria seorang calon suami bagiku adalah si dia seorang muslim sejati yang mempunyai visi yang sama untuk membangun sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah. Tapi lucunya, kalau diminta untuk mengejewantahkan ke dalam diri seseorang, jujur saja aku tidak tahu.

Again, jodoh sesungguhnya sebuah rahasia yang mutlak milik Allah Swt. Proses pertemuanku dengan sang suami pun bak cerita dongeng. Jangankan sahabat atau rekan kantor, pun jika kami kembali me-rewind proses pertemuan kami, wuih ... unbelievable! but it happened! Subhanallah...

Suamiku adalah sosok yang biasa dan sangat sederhana, namun justru kesederhanaan dan keterbiasaannya itulah yang memikat hati ini. Dan, alhamdulillaah hampir mendekati kriteria seorang suami yang aku dambakan. Di beberapa malam kebersamaan kami, suami sering menanyakan kepadaku tentang satu hal, "apakah bunda bahagia menikah dengan aku?" aku pun menjawab dengan jeda waktu sedikit lama, "ya, bunda bahagia, ayah". Masya Allah, seandainya suamiku tahu, besarnya rasa bahagia yang ada di dada ini lebih dari yang dia tahu. Besarnya rasa syukur ini memiliki dia cukup menggetarkan segenap hati sampai aku perlu jeda waktu untuk menjawab pertanyaannya. Hanya, aku masih belum mampu mengungkapkan secara verbal. Allah yang Maha Mengetahui segala getaran cinta yang ada di hati bunda, Allah yang Maha Mengetahui segala rasa sayang yang ada di jiwa bunda. Karena, atas nama Allah bunda mencintai ayah.

Pertama kali aku melihat suamiku adalah ketika acara ta'lim kantor kami di luar kota. Kami berdua belum mengenal satu sama lain. Hanya kesederhanaan dan wajah teduhnya sempat mampir di dalam pikiranku. Beberapa hari kemudian, aku terlibat diskusi di forum ta'lim yang difasilitasi oleh kantor kami. Di sinilah aku merasakan kuasa Allah yang sangat besar. Rupanya teman diskusi itu adalah si empunya wajah teduh tersebut. Ini aku ketahui ketika kami janjian bertemu di suatu majelis ta'lim di salah satu masjid di Jakarta. Sempat juga aku kaget ketika menemui wajah yang tidak asing itu. Setelah acara ta'lim selesai, kami sempat mengobrol selama kurang dari satu jam dan kami pun pulang ke rumah masing-masing. Tidak ada yang special pada saat itu, at all.

Namun beberapa hari kemudian, entah kenapa wajah teduh itu mulai hadir di pikiranku kembali. Ternyata hal yang sama pun terjadi di pihak sana. Kami pun sepakat untuk melakukan ostikharah. Subhanallaah, tidak ada kebimbangan sama sekali dalam hati kami berdua untuk menyegerakan hubungan ini ke dalam pernikahan. Satu minggu setelah pertemuan kami di masjid, sang calon suami pun melamarku lewat telepon. Pun tanpa ada keraguan aku menjawab YA, ketika dia mengatakan akan membawa keluarganya untuk meng-khitbah ahad yang akan datang.

Pernikahan kami terlaksana justru bersamaan dengan rencana khitbah itu sendiri. Proses yang terjadi adalah keajaiban buat kami berdua dan semua adalah kuasa Allah yang ditunjukkan kepada kami. Kami rasakan 'tangan' Allah benar-benar turun menolong memudahkan segala urusan. Hari H yang semestinya adalah pertemuan antar dua keluarga dalam acara khitbah, justru dilakukan bersamaan dengan akad nikah. Sujud syukur kami berdua, karena semua acara berjalan begitu lancar, dari mulai dukungan seluruh keluarga, urusan penghulu dan pengurusan surat-surat ke KUA, hanya dilakukan dalam waktu 1 hari 1 malam!!. Maha Suci Allah, hal tersebut semakin menguatkan hati kami, bahwa pernikahan ini adalah rencana terbaik dari Allah Swt dan Dia-lah Pemersatu bagi perjanjian suci kami ini. Dalam isak tangis kebahagiaan kami atas segala kemudahan yang diberikan-Nya, tak pernah putus kami bersyukur akan nikmat-Nya. Insya Allah, pernikahan kami merupakan hijrahnya kami menuju kehidupan yang lebih baik dengan mengharap ridho Allah, karena tanggal pernikahan kami selisih satu hari setelah hari Isra mi'raj.

Akhirnya setelah sekian lama aku mengembara mencari pasangan hidup ternyata jodohku tidak pernah jauh dari pelupuk mata. Suamiku adalah teman satu kantor yang justru tidak pernah aku kenal kecuali dua minggu sebelum pernikahan kami. Inilah rahasia Allah Swt yang tidak pernah dapat kita ketahui kecuali dengan berkhusbudzon kepada-Nya. Percayalah, bahwa Allah Swt adalah sebaik-sebaik Pembuat keputusan. Serahkanlah segala urusan hanya kepada Allah semata. Jika sekarang para akhwat yang sudah di atas usia kepala tiga merasa khawatir karena belum mendapatkan pasangan/jodoh, percayalah selalu akan janji Allah di dalam firman-Nya:

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir". (ar-Ruum:21)

Jangankan manusia, hewan dan buah-buahan pun diciptakan Allah perpasangan. Ber-khusnudzon selalu kepada-Nya bahwa, entah esok, lusa, satu bulan, satu tahun atau bahkan mungkin sepuluh tahun nanti, dengan ijin Allah, jodoh kalian pasti akan datang. Pasangan jiwa yang terbaik yang dijanjikan dan dipersatukan-Nya dalam perjanjian suci yang disebut pernikahan. Wallahu'alam bishshowab. (bunda)


sumber Read More..

Senin, 04 Juli 2011

cerita Musikal Laskar Pelangi II

Menjelang dimulainya pentas MLP II, daku sudah sangat heboh skali pengen dapet tiket MLP somehow to get it. Tapi, fufufufufu, tiket favorite (bc: kelas 2 alias termurah alias Rp.150ribu) ternyata udah sold out. :(. Yoda deh, akhirnya daku mengandalkan koneksi2 yang ada buat tuh tiket idaman.. Dan tanpa kuduga, si abang pas last minute bangeeeettt telp diriku, n said he has vvip tickets MLP. ALhamdulillah... Lalalala... n here, my MLP's story was begun...


Tapiii, mengingat diriku sbenarnya tidak tau begitu banyak soal musikal-musikal, saya ceritanya dari sudut pandang orang awam amatiran aja yaa.. Hehehe

Pertama mau komen setting tempatnya. Tata panggung, efek sinar dll nya, daku tak tau apa istilah kerennya, terlihat bagus dan apik. Suka sekali adegan awal, saat si lintang (kalo ga salah) naek sepeda berangkat sekolah, diantara ilalang-ilalang dan masih pagi banget.. Terlihat begitu alami. Keren!! Trus pas ibu Guru SD PN Timahnya teriak, mpe lampu2 d warungnya pada pecah, hahaha.. Lucu banget.. Nha, soal warung ini, emang si warung disini buat melengkapi setting tempat, cuman kayaknya sebagai pelengkap aja, padahal ada orang yang jual beli di warungnya, jadi menurutku kurang menyatu, cuman pemanis yang bolak-balik muncul aja. Kalo settingan tempat yang lain-lain sudah sangat bagus, keren.. Warungnya si Aling, dara manis berjari-jari mulus yang membuat si Ikal mabuk kepayang juga sudah representatif. Apalagi saat si Aling memberikan kapur ke Ikal, terus dikasih penyinaran yang membuat siluet Aling begitu menggoda. Hahaha..cara mereka menata settingan tempatnya, yang diiket2 dan ditarik pas ganti scene dan efek lampu di MLP ni keren dah..

Kemudian mengenai koreografi nya. Kalo ini, saya bener-bener suka.. Jadi saat mataku ngeliat adegan-adegannya tu penuh dengan binar indah, tatapan mata terpesona dengan ikhlas dan bener-bener penuh cinta *lebay* Hehehe.. Hebat deh, jadi perpaduan antara ke chaos-an para pemain dengan kekompakan mereka saat menari, ataupun saat mereka cuman melakukan gerakan biasa aja. Misalnya saat anak-anak laskar pelangi duduk manis dengerin Pak Cik nya cerita soal bahtera Nuh, mereka terlihat duduk manis dengan apik.. Sebagian duduk di kayu, sebagian ada yang duduk nglengsot dan sebagian lagi ada yang duduk dengan cara duduk bandelnya (bc: si Kucai), hehe.. Terus saat bareng-bareng ma Ibu Muslimahnya, ada yang duduk deket kakinya, ada yang duduk di bangku yang sama, ada yang berdiri, ada yang agak jongkok, ada yang pose lutut ditekuk.. Pokoknya terlihat manis deh.. Terus pas nari-nari, disini yang menurutku menonjol tariannya para Kuli. Pemilihan pemain kuli nya juga sangat pas, para lelaki berbadan kekar, yang tampangnya agak-agak preman gitu, yang bisa menari dengan macho n tanpa kesan gemulai. Suara mereka pun juga mantab, boso jowone loss banget.. Oh ya, pas adegan tari menari si Mahar cukup sukses membuat penonton tertawa, dia kan PIC karnaval, dan badannya agak-agak ndud gt, tapi dengan badan yang ndud itu, dia bisa bergerak gemulai, gerak-gerakin perutnya, gerak-gerakkin pahanya..kayak penari ular aja, lucuuu... Hihihi... Bener-bener suka ngeliat gimana mereka bisa dapet gerakan yang ataupun tata posisi masing-masing dengan chaos yang nggak monoton, dan tiba-tiba memadukannya kedalam gerakan kompak lagi. Terus si Kucai yang jadi ketua kelas bandel, dengan gaya khas anak-anaknya, marah-marah saat dia terpilih jadi ketua kelas. Menyebut teman-temannya yang tidak bisa diatur sebagai anak setan, dan mengepalkan tinju ke mereka dengan sangat ekspresif.. lucuuu.. Great Job.



Trus kalo soal suara, hehe, suara ku yang cempreng nan sexy ini, bener-bener nggak ada apa-apanya deh dibandingkan mereka. Ya iyalah!!!! Hahaha.. Anak-anak ini bisa begitu menguasai masing-masing perannya. Suara adek-adek ini loss banget, dengan nada melayu nya. Pas bilang, hey boy, dengan gaya anak-anaknya yang lucu. Ibu Guru Muslimah pun, juga pelafalan bahasa melayunya pas, dan dari jauh mirip2 dengan si Cut Mini yang di movie nya. Pak Cik nya, juga, bisa "membunyikan" bahasa nya dalam nada suara orang sepuh.

Hmm, satu lagi, timing mentasinnya pas banget. Kan lagi libur panjang sekolah, jadi anak-anak laskar pelanginya bisa latihan dengan bebas untuk mempersiapkan dirinya. Begitu pula saat tampil sampai malam, mereka bisa melek malam dan bisa istirahat saat siangnya. Yaa, meskipun sepertinya mereka begitu exited dengan pentasnya dan lupa capeknya..
Read More..